Internet dan New Media

Tampilkan postingan dengan label Home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Home. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

IBD_BAB 9



TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
BAB 9 MANUSIA DAN HARAPAN
INDIKATOR : PENGERTIAN HARAPAN

OLEH : KHAIRUNNISA

IX.1 Landasan Teori


Harapan               

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. kelangsugnan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita



XI.2 Artikel


Rabu, 27/06/2012 17:01 WIB 
Ulasan Khas
Rumah Singgah Kanker, Rumah Kedua Bagi Pasien Kanker Tak Mampu
Putro Agus Harnowo - detikHealth

 
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Sepintas, rumah berwarna krem yang terletak di dalam perkampungan Kramat Sawah, Paseban Jakarta Pusat, ini tak jauh berbeda dari rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Tak banyak warga sekitar yang tahu bahwa rumah sederhana itu adalah rumah singgah pasien kanker.

Di rumah ini, para pasien kanker yang tidak mampu dan sedang menjalani terapi boleh tinggal dan menginap sampai pengobatannya rampung.

Pengobatan kanker tidak bisa dilakukan dalam sehari semalam. Pada terapi radiasi, pasien harus mendapat terapi selama 30 - 40 hari berturut-turut. Pada pengobatan kemoterapi, pasien harus menjalani pengobatan selama 4 - 6 kali dengan rentang waktu beberapa hari. Pasien yang berasal dari luar Jakarta seringkali menemui kesulitan menemukan tempat tinggal yang murah namun layak tinggal.

Oleh karena itu, komunitas pasien dan survivor kanker yang bernama CISC (Cancer Information & Support Club) berinisiatif mendirikan rumah singgah bagi para pasien kanker yang tidak mampu. Rumah singgah ini sengaja didirikan tak jauh dari RS Cipto Mangukusumo (RSCM) agar memudahkan akses pasien untuk berobat.

Di rumah ini, para pasien kanker tidak ditinggalkan sendirian, namun ditemani seorang penjaga yang selalu siaga setiap saat. Karmin (29 tahun) adalah sang penjaga rumah sekaligus bertugas menjadi pengasuh para pasien. Ia tak bosan-bosannya menanyakan bagaimana keadaan pasien, sudah meminum obat dan susu apa belum, serta selalu mengingatkan untuk banyak makan sayur dan buah.

Sejak rumah singgah ini dibuka pada tahun 2011 lalu, Karmin mengaku betah tinggal bersama para pasien kanker. Pria asal Bekasi ini sering menjemput pasien kanker dari RSCM yang kesulitan menemukan alamat rumah singgah. Ia juga sering mengantarkan pasien ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Kedekatannya dengan pasien ini membuatnya tak takut dengan penyakit mematikan bernama kanker.

Selama bertugas sebagai penjaga sekaligus pengasuh pasien kanker, Karmin pernah mengalami peristiwa hebat yang tak terlupakan. Pada 3 minggu pertama ia mulai bekerja di rumah singgah ini, ia sudah harus menemui kasus pasien kanker yang mengalami pendarahan hebat.

"Waktu itu Jumat siang sekitar jam 9-an. Para pasien sudah pada ke RSCM untuk berobat. TIba-tiba saya dengar ada suara orang manggil dari salah satu kamar. Ternyata pasien yang kena kanker payudara sudah pecah kankernya dan mengeluarkan banyak darah. Saya takut mau megang, tapi kalau tidak dibawa ke RSCM nanti bisa bahaya. Akhirnya saya beranikan diri membopong ke RSCM sampai ketemu dokternya," tutur Karmin ketika berbincang dengan detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Karmin memang selalu dituntut siap sedia jika ada pasien yang mengalami kesulitan. Akibat insiden itu, para pasien yang tinggal di rumah singgah diharuskan ditemani oleh kerabat agar dapat selalu diawasi kondisinya.

Rumah singgah ini juga menyediakan beras dan susu bagi pasien. Pasien yang tinggal hanya perlu memasak lauk dan berfokus pada pengobatannya. Apabila beras dan susu habis, tinggal menghubungi Karmin yang siap membelikan kebutuhan pokok pasien.

"Biasanya sambil masak-masak pasien pada ngobrol dan bercandaan, jadinya di sini semua pada akrab sudah seperti keluarga. Apalagi semuanya pada sakit dan jauh dari rumah," tutur Karmin.

Suasana kekeluargaan itulah yang selalu dijaga agar para pasien merasa nyaman tinggal di rumah singgah. Karmin sendiri juga memahami bahwa pasien kanker membutuhkan suasana yang kondusif dan tenang agar tidak stres dan depresi karena memikirkan penyakitnya.

Suasana serupa juga dirasakan ketika berkunjung ke rumah singgah CISC di daerah Slipi, dekat RS Dharmais. Sama seperti rumah singgah di Paseban, rumah sederhana ini tidak memasang plang yang menunjukkan bahwa tempat ini merupakan rumah singgah pasien kanker. Di sini, para pasien terlihat sangat akrab bersenda gurau dengan sang penjaga, Mbak Jum.

"Saya sangat bersukur bisa tinggal dan menjalani pengobatan di sini. Apalagi di sini kami ada orang baik yang merawat seperti Mbak Jum. Rumah ini sudah seperti rumah kedua bagi saya," kata Afit Supriadi (47 tahun) asal Batam yang menderita kanker nasofaring. Ia telah tingal di rumah singgah sejak bulan Juni 2011.

Untuk dapat tinggal di rumah singgah ini, pasien diminta membayar iuran sebesar Rp 10.000 per hari. Namun terkadang ada juga pasien yang kurang mampu sehingga digratiskan. Untuk biaya kebutuhan sehari-hari selain beras dan susu, pasien harus mengupayakan sendiri.

"Uang Rp 10.000 itu kami bebankan untuk mencegah adanya oknum yang sebenarnya mampu tetapi pura-pura tidak mampu dan tidak mau membayar. Jika ada pasien yang kurang mampu, biasanya kami persilakan juga untuk tinggal. Tapi kami periksa dulu benar-benar tidak mampu atau tidak. Jadi yang boleh tinggal adalah pasien Jamkesmas atau Jamkesda," kata Dewi Yulita, pengurus CISC yang bertanggung jawab mengelola rumah singgah di Paseban.

Saat ini CISC telah memiliki 4 rumah singgah pasien kanker di Jakarta. Kesemuanya didirikan tak jauh dari tempat pengobatan pasien kanker yang ada di Jakarta, yaitu:

1. Rumah singgah di dekat RS Dharmais. Alamat: Jl. Anggrek Neli Murni II C/41, Slipi, Jakarta Barat. Kapasitas 7 kamar.

2. Rumah singgah di dekat RSCM. Alamat: Jl. Talang Ujung no 18, RT 2/ RW 3, Kel Pegangsaan, Kec. Menteng, Jakarta Pusat. Kapasitas 10 kamar.

3. Rumah singgah di dekat RSCM. Alamat: Jl. Kramat Sawah VII RT 006/RW 07 no 3, Paseban, Kec. Senen Jakarta Pusat. kapasitas 12 kamar.

4. Rumah singgah di dekat RS Persahabatan. Alamat: Jl. Gading 1/17, Pisangan Timur, Jakarta Timur. Kapasitas 5 kamar.
 
IX.3 Analisa

Pada artikel ini dapat kita lihat, bahwa pasien-pasien yang tinggal di rumah singgah ini memilii harapan untuk sembuh. Mereka yang terkena penyakit kanker berusaha sebisa mungkin agar sembuh dari penyakitnya. Mereka juga sangat terbantu karena adanya rumah singgah ini. Setidaknya selain berobat ke rumah sakit, ia tak perlu memikirkan biaya untuk tempat tinggal. Rumah singgah tersebut difasilitasi makanan pokok dan penjaga yang siap siaga. Apalagi rumah singah yang dekat dari Rumah Sakit. Hal ini rupanya sangat membantu.
Rumah singgah ini sebaiknya lebih diperbanyak lagi jumlahnya. Terutama di daerah rumah sakit. Agar masyarakat dapat menjalani pengobatan tanpa perlu memikirkan tempat tinggal. Semakin sulit jika tidak ada rumah singgah. Karena mereka tidak punya pilihan selain dirawat dirumah sakit atau mengontrak tempat tinggal. Hal itu tentunya membuat biaya anggaran mereka semakin tinggi saja. Dan tidak mungkin mereka lebih memilih berhenti menjalani pegobatan karena biaya tempat tinggal yang mahal. Selain itu diperlukan pula penjaga yang lebih banyak jumlahnya. Sehinga dapat lebih membantu untuk para pasien jika sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan.
Bertambahnya rumah singgah harus dibarengi pula dengan biaya pengobatan yang terjangkau, jika memungkinkan akan lebih baik jika gratis. Penyakit kanker harus membutuhkan biaya yang besar untuk pengobatan. Jika biaya rumah sakit untuk mereka semakin terjangkau. Saya rasa tidak satupun dari mereka yang tidak menjalani pengobatan.
Pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan dan membantu agar harapan pasien-pasien tersebut dapat tercapai. Bukan hanya penyakit kanker , tapi juga penyakit penyakit lainnya. Jadi tidak ada isitilah “sehat hanya untuk orang kaya”.










Rabu, 27 Juni 2012

puisi


Elegi

Oleh : khairunnisa

Meski ranting dan daun tumbuh di tempat yang sama
Berdampingan setiap saat
Mereka hidup dengan cara yang sama
Saling membantu untuk menghasilkan energi
Segala daya telah dikerahkan
Walaupun ranting itu kuat
Tapi , daun tetap tak sanggup
Walaupun ranting tetap memaksakan diri
Tapi  daun tetap tak kuasa
Tak kuasa menahan luka saat daun yang lain tumbuh diranting yang sama sebagai penggantinya
Meskipun itu bukan keinginan ranting
Daun tetap rela
Daun tidak ingin ranting seperti dirinya
Yang perlahan-lahan kering dan mati ditelan waktu
Yang kemudian dihempas angin hingga jatuh ke tanah
Dan dilupakan..
Tapi daun tak tahu ranting saat ini rapuh
Ranting hanya menatap ke depan tanpa tahu apa yang ia  cari
Ranting  hanya menunggu agar Tuhan dapat mempertemukan mereka
 Saat akhir waktu ranting

Kamis, 21 Juni 2012

IBD_BAB 8


IBD BAB 8  MANUSIA DAN KEGELISAHAN
INDIKATOR : SEBAB SEBAB ORANG GELISAH

OLEH : KHAIRUNNISA

VIII.a. Landasan Teori


A. PENGERTIAN KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar,cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak teteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain-lain.

Kegelisahan merupakan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupn ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi kerena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Sigmun Fred ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neoritik dan kecemasan moril.


B. SEBAB SEBAB ORANG LAIN GELISAH
Apabila kita kaji, seba-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik  ancaman dari  luar maupun dari dalam.


VII.b ARTIKEL

Sabtu, 16 Juni 2012 20:59 wib
0 0Email0 

(Siwa ikuti ujian SLC di Nepal (ekantipur.com))
Sindonews.com - Akibat gagal ujian akhir sekolah tingkat menengah atau School Leaving Certificate (SLC), enam siswa di Nepal nekad mengakhiri hidupnya dengan aksi bunuh diri.

Seperti diberitakan dalam Xinhua, Sabtu (16/6/2012) tiga orang gadis berusia (15), (16) dan (18 tahun) di Kathmandu berusaha mengakhir hidup dengan menenggak racun, seorang diantara mereka berhasil selamat karena pihak keluarga segera melarikan korban kerumah sakit.

Sementara itu, tiga orang gadis di Ibu Kota tewas akibat gantung diri hingga mati. Ujian akhir (SLC) sering disebut sebagai gerbang besi karena tingginya persentase ketidaklulusan siswa.

Tahun ini saja hanya 47,16 persen siswa yang lulus dari ujian SLC, tahun lalu jumlah siswa yang tewas jauh lebih sedikit 8,34 persen dari tahun lalu.

SLC adalah salah satu ujian penting dalam sistem ujian Nepal, ujian ini harus diikuti oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan kelas tingkat  10, hingga akhirnya mereka diizinkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

VII.c Analisa

Pada artikel diatas siswa-siswa diatas mengalami kecemasan atau kegelisahan yang sangat menghawatirkan . Kegelisahan yang mereka alami merupakan kecemasan kenyataaan (obyektif) . Kecemasan akan kenyataan bahwa mereka tidak lulus dalam ujian SLC. Kecemasan obyektif ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Mungkin mereka khawatir dengan respon lingkungan sekitar karena mereka tidak lulus. Yang kita ketahui bahwa di negara kita pun  jika seseorang tidak lulus dalam ujian mereka akan mendapatkan respon yang kurang mengenakan dari lingkungan sekitar. Begitu juga yang terjadi pada siswa-siswa di Nepal tersebut.  Dan akibat dari respon yang kurang mengenakan tersebut adalah rasa malu dan rendah diri. Rasa malu yang  mereka alami akibat ujian memang sangat menghawatirkan.  Mereka akan merasa terasingkan dari lingkungan.

Akibat yang lebih buruk lagi adalah rendah diri yang mereka alami. Mereka merasa, mereka telah gagal dalam menempuh ujian dan sudah pasti tidak akan berhasil dalam hal yang lain.  Padahal sebenarnya tidak begitu. Rasa kecemasa, kegelisahan, rendah diri dan malu akhirnya membuat mereka berbuat nekat yaitu bunuh diri.

Sebenarnya jika kita berfikir positif tentang kegagalan yang terjadi kita tidak akan mengalami akibat buruk yang separah itu. Kita sebagai manusia harus berfikir bahwa kegagalan yang kita terima adalah suatu kunci kita untuk mendapatkan keberhasilan. Setiap orang yang berhasil selalu menempuh kesulitan ataupun kegagalan sebelum mencapai kesuksesan pada akhirnya

Sifat optimis dan befikir positif akan menghindari diri kita akan kegelisahan dan kecemasan  yang terjadi pada kasus diatas. Selain itu pentingnya  pendidikan agama yang harus ditanamkan sedini mungkin. Jika semua sikap sikap tersebut sudah tertanamkan dalam diri kita. Hal yang buruk seperti siswa-siswa di Nepal tersebut tidak akan terjadi.
Daftar pustaka :
elearning.gunadarma.ac.id/.../bab10-manusia_dan_kegelisahan.pdf
sindonews.com

Rabu, 16 Mei 2012

puisi


Perduli

 oleh : khairunnisa

aku tahu kau peduli padaku
memperhatikanku dan tulus padaku
tapi apa kau tahu?
aku terlalu lemah untuk disampingmu
karena aku masih merindukannya
aku masih menangis untuknya
padahal kau yang disisiku
kau sandaran saat aku menangis untuknya
kau menghapus luka ini karenanya
kau membuat senyuman untukku
tapi..
semakin kau perduli padaku
semakin ku tak sanggup
tak sanggup untuk menyakitimu
bahkan
aku yang bodoh
yang tak bisa mengerti
bagaimana caranya untuk membuatmu bahagia
seperti kau melakukannya padaku
aku memang tak pantas untukmu
tuhan.
hanya satu pintaku
aku ingin dirimu bahagia
apapun yang terjadi





Senin, 30 April 2012

IBD Bab 7 Manusia dan Tanggung Jawab


BAB 7 MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
INDIKATOR: PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB


OLEH : KHAIRUNNISA
VI.1 Landasan Teori

A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawabatas bannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya, Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung jawabannya.


Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keselarasan, antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.

Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua sisi yaitudari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat.

Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
VI.2 Artikel
Bawa Keluarga Tugas Luar Negeri, DPR Anggap Itu Biasa
TEMPO.CO – Jum, 27 Apr 2012

 Foto
Di Bandara Berlin, Rombongan Anggota DPR 'Rumpi' Tempat Belanja  
TEMPO.CO , Jakarta:- Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR TB Hasanuddin mengatakan bahwa kebiasaan membawa keluarga ke Luar Negeri saat kunjungan kerja tak perlu dipersoalkan. Menurutnya, hal seperti ini juga terjadi di pemerintahan.
"Yang seperti itu bukan DPR saja. Pejabat-pejabat pemerintah juga biasanya membawa istrinya ketika kunjungan keluar negeri, itu hal yang biasa," ujarnya kepada Tempo, Kamis 26 April 2012.
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman memprotes agenda kunjungan kerja ke luar negeri yang dilakukan oleh beberapa anggota Komisi I DPR(membidangi Pertahanan dan Luar Negeri). Protes itu disampaikan mereka saat acara jamuan di Kedutaan Besar Jerman Selasa 24 April 2012 lalu.
Mereka memprotes agenda kunjungan yang dinilai tak transparan itu. Selain itu, mereka juga melihat agenda ini hanya sekedar plesiran karena membawa serta keluarga. Mereka juga mengaku mendapati anggota rombongan sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Berlin.
Menanggapi protes itu, TB Hasanuddin membantah bahwa kunjungan itu hanya mengagendakan plesiran saja. Menurut dia, Komisi I memiliki tugas khusus untuk melakukan pengawasan terhadap kedutaan-kedutaan besar Indonesia di luar negeri. Selain itu, ia juga mengatakan ada misi-misi diplomatik yang diemban oleh anggota Komisi. "Tapi soal agenda detilnya saya tidak paham. Itu yang tahu pimpinan rombongan masing-masing," ujarnya.
Soal membawa keluarga, kata Hasanuddin, sebenarnya tak perlu dipermasalahkan. Asalkan, tidak mengganggu agenda kerja."Kalau misal anggotanya kerja terus istrinya jalan-jalan kan tidak masalah. Yang tidak boleh itu kalau ternyata suaminya malah mengantarkan istrinya jalan-jalan. Padahal harusnya ada rapat atau pertemuan," ujarnya.
FEBRIYAN


VII.2  Analisa

Anggota DPR merupakan wakil rakyat yang memegang tanggung jawab yang penting demi kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Dari awal menjabat, mereka sudah dibebankan tanggung jawab yang begitu besar. Tanggung jawab yang besar itu seharusnya mereka lakukan dengan baik. Bukan mempermainkan tanggungjawab itu. Jika mereka merasa dibebani oleh tanggung jawab itu, dari awal seharusnya mereka tidak mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Saya rasa masih banyak orang yang ingin menjadi anggota DPR tanpa merasa terbebani.
Dari artikel diatas kita dapat melihat bagaimana tidak bertanggung jawabnya anggota DPR.  Hal itu berdasarkan 2  permasalahan. Yang pertama adalah masalah tidak transparannya agenda yang mereka lakukan dan yang kedua adalah masalah mengikutsertakan keluarga dalam perjalanan diplomatik.
Masalah pertama yaitu masalah agenda perjalanan yang tidak transparan. Jika memang mereka melaksanakan misi-misi diplomatik, seharusnya tak ada salahnya mereka memberitahukan kepada masyarakat. Kenapa tidak memberitahukan secara jelas agendanya kalau agendanya itu benar adanya dana dilaksanakan sesuai agenda. Jika mereka  memberitahukan agenda mereka dengan jelas. Saya rasa masyarakat tidak akan berfikiran negatif terhadap mereka.
Yang kedua adalah masalah keluarga yang diikutsertakan dalam perjalanan diplomatik ini menurut saya sangat tidak diperbolehkan atau dilarang. Jika memang mereka menganggap hal itu adalah biasa, hal seperti itu harus ditindaklanjuti mulai sekarang agar tidak menjadi “kebiasaan”. Sehingga tidak ada lagi anggota pemerintahan yang menjawab dengan tidak bertanggung jawab seperti  yang dikatakan oleh TB Hasanuddin “...itusudah biasa...”. jawaban itu sangat tidak bertanggungjawab sekali. Menurut saya jawaban itu seperti menyalahkan pegawai pemerintahan yang lain. Selain itu jika mereka membawa serta keluarga dalam perjalanan diplomatik apakah tidak ada kemungkinan mereka “menggunakan” uang rakyat pula. Jika tidak pun hal itu sangat mengganggu para anggota DPR yang sedang menjalankan perjalanan diplomatis yang sangat penting demi negara Indonesia.
Sebagai anggota DPR mereka seharusnya tidak menyia-nyiakan perjalan diplomatik yang banyak “memakan”  uang rakyat ini. Jika anggota DPR  menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan transparan. Saya rasa tidak ada masyarakat yang “tidak percaya” terhadap anggota DPR. Mengingat saat ini kepercayaan masyarakat “menurun”. Semoga hal ini tidak hanya menjadi cita-cita yang tak kunjung tercapai. Namun dapat dilihat buktinya.




DAFTAR PUSTAKA:

Jumat, 27 April 2012

Kondisi Percabangan Visual Basic


1.     Listing Program
Private Sub cmbmakan_Change()
cmbmakan.Text = "Nasi Goreng"
cmbmakan.Text = "Soto Ayam"
cmbmakan.Text = "Batagor"
cmbmakan.Text = "Nasi Ayam Bakar"
End Sub
Private Sub cmbminum_Change()
cmbminum.Text = "Es Teh Manis"
cmbminum.Text = "Es Jeruk"
cmbminum.Text = "Jus Alpukat"
cmbminum.Text = "Aqua Botol"
End Sub
Private Sub Command1_Click()
If cmbmakan.Text = "Nasi Goreng" Then
Text1 = 10000
Else
If cmbmakan.Text = "Soto Ayam" Then
Text1 = 8000
Else
If cmbmakan.Text = "Batagor" Then
Text1 = 5000
Else
If cmbmakan.Text = "Nasi Ayam Bakar" Then
Text1 = 11000
Else
Text1 = 0
End If
End If
End If
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
If cmbminum.Text = "Es Teh Manis" Then
Text2 = 2000
Else
If cmbminum.Text = "Es Jeruk" Then
Text2 = 4000
Else
If cmbminum.Text = "Jus Alpukat" Then
Text2 = 6000
Else
If cmbminum.Text = "Aqua Botol" Then
Text2 = 3000
Else
Text2 = 0
End If
End If
End If
End If
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Private Sub Command4_Click()
Text3.Text = CInt(Text1.Text) + CInt(Text2.Text)
End Sub
Private Sub Command5_Click()
Text4.Text = Text3.Text * 0.1
End Sub
Private Sub Command6_Click()
Text5.Text = CInt(Text3.Text) + CInt(Text4.Text)
End Sub
Private Sub Form_Load()
cmbmakan.AddItem ("Nasi Goreng")
cmbmakan.AddItem ("Soto Ayam")
cmbmakan.AddItem ("Batagor")
cmbmakan.AddItem ("Nasi Ayam Bakar")
cmbminum.AddItem ("Es Teh Manis")
cmbminum.AddItem ("Es Jeruk")
cmbminum.AddItem ("Jus Alpukat")
cmbminum.AddItem ("Aqua Botol")
End Sub

2.     Logika Program
Pada pertemuan kali ini saya akan membuat program sederhana menggunakan program aplikasi Visual Basic 6.0. program ini berfungsi untuk mementukan harga makanan dan minuman yang harus dibayar setelah memilih menu program. Program kali ini menggunakan kondisi percabangan If Then Else Berantai.

Program kali ini memiliki 5 label, 2 ComboBox, 6 CommandButton, 5 TextBox:
·         Label
ü Label1pada jendela properties→ caption ganti kata Label1 dengan Nisa’s Resto. Label ini berfungsi untuk menempilkan judul yang diinginkan.
ü Label2, pada jendela properties→ caption ganti kata Label2 dengan Makanan.
Label ini berfungsi untuk memberikan keterangan pada user untuk memilih menu makanan pada ComboBox yang berada disamping label ini.
ü Label3, pada jendela properties→ caption ganti kata Label3 dengan Minuman.
Label ini berfungsi untuk memberikan keterangan pada user untuk memilih menu minuman pada ComboBox yang berada disamping label ini.
ü Label4, pada jendela properties→ caption ganti kata Label4 dengan Makanan.
Label ini berfungsi untuk memberi keterangan pada user bahwa tampilan pada TextBox disampingnya adalah harga makanan.
ü Label5, pada jendela properties→ caption ganti kata Label5 dengan Minuman.
Label ini berfungsi untuk memberi keterangan pada user bahwa tampilan pada TextBox disampingnya adalah harga  Minuman.
·         ComboBox
ü Combo1, pada jendela properties(name) ganti menjadi cmbmakan. ComboBox ini berfungsi sebagai tempat memilih menu makanan.
ü Combo2, pada jendela properties(name) ganti menjadi cmbminum. ComboBox ini berfungsi sebagai tempat memilih menu minuman.
·         CommandButton
ü Button1 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton1 dengan Makan.
Button ini berfungsi untuk menampilkan harga makanan pada Text1. Button ini berisi perintah if Then Else bercabang yaitu:
Private Sub Command1_Click()
If cmbmakan.Text = "Nasi Goreng" Then
Text1 = 10000
Else
If cmbmakan.Text = "Soto Ayam" Then
Text1 = 8000
Else
If cmbmakan.Text = "Batagor" Then
Text1 = 5000
Else
If cmbmakan.Text = "Nasi Ayam Bakar" Then
Text1 = 11000
Else
Text1 = 0
End If
End If
End If
End If
End Sub
ü Button2 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton2 dengan Minum.
Button ini berfungsi untuk menampilkan harga makanan pada Text2. Button ini berisi perintah if Then Else bercabang yaitu:
Private Sub Command2_Click()
If cmbminum.Text = "Es Teh Manis" Then
Text2 = 2000
Else
If cmbminum.Text = "Es Jeruk" Then
Text2 = 4000
Else
If cmbminum.Text = "Jus Alpukat" Then
Text2 = 6000
Else
If cmbminum.Text = "Aqua Botol" Then
Text2 = 3000
Else
Text2 = 0
End If
End If
End If
End If
End Sub

ü Button3 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton3 dengan Exit.
Button ini berfungsi untuk mengakhiri program pada aplikasi ini. Button ini berisi perintah sebagai berikut:
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
ü Button4 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton4 dengan Hitung. button ini befungsi untuk menghitung jumlah harga makanan dan minuman. Perintahnya:
Private Sub Command4_Click()
Text3.Text = CInt(Text1.Text) + CInt(Text2.Text)
End Sub
ü Button5 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton5 dengan Pajak. Mengitung besarnya pajak. Text3*0.1. perintahnya:
Private Sub Command4_Click()
Text3.Text = CInt(Text1.Text) + CInt(Text2.Text)
End Sub
ü Button6 pada jendela properties→ caption ganti kata Buton6 dengan Harga yang harus dibayar. Berfungsi menghitung  jumlah hasil hitung ditambah pajak. Perintahnya:
Private Sub Command6_Click()
Text5.Text = CInt(Text3.Text) + CInt(Text4.Text)
End Sub
·         TextBox
ü Text1 dan Text 2 berfungsi untuk menampilkan harga makanan dan minuman.
ü Text3 berfungsi untuk menampilkan hasil penjumlahan Text1 dan Text2
ü Text4 berfungsi untuk menampilkan besarnya pajak
ü Text5 berfungsi untuk menampilkan harga yang harus dibayar.
Pada saat program dijalankan. Pengguna akan memilih menu makanan dan minuman yang terdapat pada ComboBox1 dan Combo Box2. Setelah memilih pengguna akan mengklik button Minum dan Makan. Setelah mengklik button Makan dan Minum, harga makanan dan minuman akan muncul pada Text1 dan Text2. Karena pada button makan dan minum berisi kondisi percabangan If Then Else Berantai yang menentukan harga makan dan minum. Setelah itu user mengklik button hitung, berfungsi untuk menjankan perintah yang  menampilkan jumlah harga makanan dan minuman (Text1+Text2) pada Text3. Selanjutnya mengklik button pajak yang berfungsi untuk menjalankan perintah yang menampilkan besarnya pajak (10%) dari Text3 yang akan ditampilkan pada Text4. Setelah itu mengklik button harga yang harus dibayar yang berfungsi untuk menjalankan perintah untuk menampilkan besarnya Text3+Tex4.
Untuk mengakhiri program mengklik button exit.